Showing posts with label creepypasta. Show all posts
Showing posts with label creepypasta. Show all posts

Monday, May 14, 2018

Aditra

creepypasta lama, The painting in the attic


malam semua, agak telat ya malam ni. maaf maaf sedang ada tugas buat laporan penelitian jadi agak ribet juga, hehe. untuk malam ini kita buka dengan creepypasta lama lagi ya, maaf admin tidak pernah post tentang tips atau informasi lagi, soal nya belum ada kepikiran ide apa yang mau di post, hehe. oke deh kita langsung ke cerita aja ya, ini dia cekidot ...


The painting in the atti


Namaku alex mcmayne. Umurku 12 tahun dan tinggak di surrey, inggris. Kedua orang tuaku baru saja bercerai, cukup menyedihkan juga. Tapi sisi baiknya aku sekarang pindah ke rumah ayahku yang cukup kaya. Dia adalah seorang yang keren, apa aja yang kuminta dibelikannya, aku bisa makan apa saja sesuai yang aku inginkan, dan sebagainya. Namun ibuku tidak begitu beruntung nampaknya.

Rumah ayahku ini biarpun mewah, tapi sayangnya berada di daerah yang cukup terpencil, menyebalkan juga sih sebenarnya. Aku tidak bisa berteman dengan anak anak yang lainnya di lingkungan ini. Tapi sebenarnya aku juga anak yang kaku kok, jadi singkatnya tidak begitu berpengaruh. Maka dari itu aku harus memikirkan hal lain untuk kulakukan.

Ayah baru saja membelikanku sebuah macbook, keren kan? Pokoknya aku akan menonton para dewa gitar di youtube, karena aku cukup keranjingan juga bermain gitar. aku akhirnya melihat profil tentang gitar gibson les paul 1959 yang katanya sih bernilai seharga setengah juta pounds!! Gileeee beneeeeerrrr!!!!.... beberapa dari koleksi tersebut katanya udah gak ada di pasaran lagi, dan beberapa lainnya kabarnya disimpan di loteng dan hilang… tiba tiba aku teringat bahwa aku belum jalan jalan ke loteng rumah. Aku menjadi tidak sabar untuk melihat lihat isi loteng.

Ketika aku mulai berjalan menuju loteng tiba tiba ayah berteriak.

“alex” serunya “cepat turun kesini!!”

“iya ayah” aku menjawab dengan heran, sepertinya aku tidak melakukan hal yang salah.

Ketika aku turun menemui ayahku aku mendapati ayah seperti sedang kebingungan, dia sedang mendekorasi dapur. Ketika dia melepas kertas hiasan yang melapisi dinding sebuah tulisan tampak terlihat. Setelah selama 10 menit kami merobek kertas itu akhirnya kami dapati sebuah tulisan yang lengkap. Sebuah kalimat yang sungguh membuatku merinding sampai merasa mual.

Tulisan tersebut berbunyi : “jangan naik kesana alex”

Aku dan ayah saling berpandangan tak percaya. Apa maksudnya ini?

“apa ini sebuah lelucon alex? Ini benar benar tidak lucu tau??!!” tanya ayahku

“ya aku menulisnya dan menampatkan kembali wallpapernya” kataku dalam maksud sarkastik, tapi tetap gemetar juga sebenarnya.

“kita harus naik ke atas” kataku “kita harus mencari tahu apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan ini semua”

Kamipun menuju loteng. Namun ketika sampai di panel loteng ayah terlihat pucat, seperti tenggelam dalam ketakutan sehingga tampak akan pingsan. Melihat ini aku mengusulkan untuk naik duluan, tapi ayah mencegahnya.

Sesampainya di loteng, perubahan suhu terjadi secara tiba tiba. Enak juga rasanya mengingat bahwa saat ini sedang musim panas. Kami mencoba mencari sesuatu yang nampak salah di loteng tersebut. Namun kami tidak menemukan apa apa kecuali sesuatu yang tertutup selembar kain. Kamipun merasa lega dan berjalan mendekatinya dan melepaskan kain yang menutupi sesuatu tersebut. Kami pikir semuanya tidak ada apa apa, namun sebenarnya ini adalah awal dari mimpi buruk, namun saat ini kami tidak menyadarinya.

Isinya adalah sebuah lukisan dari seorang wanita yang sangat cantik, mungkin dari jaman sekitar 1800an. Saat kami menatapnya, ada perasaan seolah olah lukisan tersebut juga balas menatap dengan pandangan penuh benci. Ada kesan tak bersahabat dari ekspresi mukanya, kesannya kami seperti masuk tanpa ijin. Namun aku pikir memang tidak ada yang salah dengan lukisan ini, soal nya ini hanya sebuah lukisan kok.

Kami pun kemudian turun, membawa beberapa barang yang diperlukan. Aku kembali ke komputerku sedangkan ayah kembali dengan aktifitasnya di dapur. Kami pikir bahwa tulisan di dinding sebelumnya hanya keisengan pemilik sebelumnya. Walaupun hal tersebut sebenarnya sangat kebetulan dan cukup mencurigakan. Waktupun berlalu, karena kelelahan akhirnya kami memutuskan untuk tidur.

Sekitar pukul tiga pagi aku terbangun karena mendengar suara langkah aneh yang berasal dari kamar ayahku. Seketika pula aku berlari menuju ke kamar ayah, dimana pintunya telah terbuka lebar, rasa dingin benar benar terpancar dari sana, benar benar dingin seperti membuatmu membeku. Aku memeriksa kamar mencari ayahku, namun tidak bisa kutemukan dia dimanapun. Bahkan ketika kuperiksa seisi rumah. Hanya satu tempat yang belum ku periksa yaitu loteng.

Dengan gugup aku menurunkan tangga dan menaikinya. Panel menuju loteng sebagian telah terbuka, kupikir ayahku pastilah berada disana. Begitu sampai di loteng pandanganku segera menuju pada lukisan yang kini nampaknya telah ditutupi kain kembali. Perlahan kusingkirkan kain penutup dengan gemetar nyaris mengompol. Hal yang tampak di lukisan tersebut jauh sangat berbeda seperti sebelumnya, nampak seperti telah diubah. Wanita di lukisan tersebut tampak tersenyum namun disampingnya tampak sebuah lukisan baru lukisan seorang pria dengan kepala yang terpisah. Aku mengenali piyama yang dikenakannya.

Pria yang ada di lukisan tersebut adalah ayahku!!!

Aku berteriak histeris sekeras kerasnya dalam kengerian. Di samping kiriku di dinding ada sebuah tulisan kembali…

“aku telah mengingatkanmu alex. Kamu berikutnya”

Saat itulah kulihat wanita dalam lukisan tersebut berhenti tersenyum, dan menatapku dengan sebuah tatapan yang dingin dan tidak bersahabat.



oke itu dia cerita nya, admin akan update lagi besok malam dengan cerita lain nya. dan oh ya, admin ada rencana membuat riddle, tapi di tunda dulu di karenakan ada tugas yang menumpuk, jadi stay tune di sini ya. dan jangan lupa untuk membaca cerita lain nya yang telah admin susun di dalam sebuah daftar isi. untuk melihat daftar isi klik link di bawah ya...


untuk melihat cerita lain nya, silahkan cek di sini

Sunday, May 13, 2018

Aditra

Mr WIDEMOUTH

malam sahabat antariksme, malam ini admin kembali lagi dengan cerita yang lumayan untuk mengisi malam yang sepi ini, hehe.
oke kita langsung aja ya ke cerita nya, ini dia, cekidot ...




TUAN WIDEMOUTH

Sejak masa kecil aku tidak pernah menetap disautu daerah,selalu berpindah. Kami menetap di Rhode Island ketika aku berumur delapan tahun, dan menetap sampai aku kuliah di colorado springs.sebagian kenangan manisku berada di rhode island, tetapi beberapa kenangan yang ada dalam memoriku juga berada di berbagai rumah yang aku tempati sebelumnya, jauh ketika aku masih lebih muda dari sekarang.

Sebagian besar kenangan tampak begitu samar dan terkadang tidak penting pula. Berlarian dihalaman belakang rumah di North carolina,membuat rakit untuk bermain di sungai di apartemen sewaan di pennsylvania, dan sebagainya.Tapi ada satu kenangan yang tidak akan pernah terlupakan, seolah baru saja terjadi. Aku seringkali berpikir apakah ini merupakan sebuah mimpi yang tidak terjelaskan atau mungkin sebuah halusianasi yang diakibatkan ketika aku sakit pada musim semi, namun dalam hati aku yakin bahwa semuanya adalah sesuatu yang nyata.

Kami tinggal di sebuah rumah di luar kota metropolis New Vineyard, Maine, populasi 643 orang.sebuah bangunan yang cukup besar untuk dihuni hanya oleh 3 orang saja. Ada beberapa ruang yang tidak terpakai sejak lima bulan kami tinggal disana.memang terasa mubadzir, tapi rumah ini merupakan satu satunya yang ada dipasaran saat itu, setidaknya tempat ini hanya berjarak satu jam dari tempat ayahku bekerja.

Sehari setelah ulang tahunku yang kelima, aku terkena demam. Dokter mengatakan aku terkena mononucleosis, yang berarti aku tidak akan bisa bermain dan setidaknya akan mengalami demam selama tiga minggu kedepan. Sungguh waktu yang tidak tepat mengingat kami akan pindah ke pennsylvania, sebagian besar barang barangku sudah dipak dan kamarku kosong. Ibu membawa ginger ale dan buku beberapa kali sehari. Lumayan menghibur juga daripada tidak sama sekali selama tiga minggu ke depan. Tapi bagaimanapun kebosanan selalu datang, semakin menambah penderitaanku saja!.

Aku tidak begitu mengingat awal mula pertemuan dengan Tuan Widemouth. Kalau tidak salah sekitar seminggu setelah diagnosisku. Ingatan pertamaku mengenainya adalah menanyakan nama padanya. Dia mengatakan padaku untuk memanggilnya Tuan Widemouth (bermulut lebar) karena memang mulutnya terlihat besar dan lebar. Bahkan, segala sesuatu tentang dirinya itu besar dibandingkan dengan tubuh-nya kepalanya, matanya, telinganya yang bengkok-tapi mulutnya adalah bagian terbesar dari yang lainnya.


“kau tampak seperti Furby” kataku sambil membolak balik buku.

Tuan Widemouth berhenti dan menatapku bingung. "Furby? Apa itu Furby? "Tanyanya.

Aku mengangkat bahu. "mmmm ... sebuah mainan. Robot kecil dengan telinga besar.kita dapat memeliharanya dan memberinya makan, nyaris mirip peliharaan sungguhan”

“oh” Tuan widemouth melanjutkan aktivitasnya “kamu tidak memerlukan itu semua” benar benar berbeda, tidak seperti ketika kita mempunyai teman sungguhan..

aku selalu ingat tuan widemouth selalu menghilang tiap kali ibu menengok keadaanku. “aku akan bersembunyi dibawah tempat tidur” ia kemudian mengatakan “aku tidak ingin orangtuamu melihatku, sebab jika tidak mereka akan melarangmu untuk bermain denganku lagi”


kami tidak melakukan banyak hal beberapa hari pertama. Tuan widemouth hanya menatap buku bukuku, tertarik akan cerita dan gambar yang ada di dalamnya. Pagi ketiga atau keempat setelah bertemu dengannya, dia menyapaku dengan senyuman lebar diwajahnya. “aku punya permainan baru yang bisa kita mainkan,” katanya “kita harus menunggu ibumu pergi setelah mengecek keadaanmu, karena permainan ini adalah sebuah permainan rahasia, jadi dia tidak boleh melihatnya”
Setelah ibu mengantarkan soda dan beberapa buku baru seperti biasanya. Tuan widemouth keluar dari bawah tempat tidur dan menarik tanganku. “kita harus pergi ke ruangan di ujung lorong ini”, katanya. Awalnya aku menolak, sebab orangtuaku melarangku untuk pergi keluar dan turun dari ranjang. Tapi Tuan widemouth tetap memaksa sehingga akhirnya akupun menyerah.
ruangan tersebut tidak memiliki banyak furnitur ataupun hiasan dinding. Hanya saja disana terdapat sebuah jendela yang berlawanan arah dengan pintu masuk. Tuan widemouth dengan cepat berlari membuka jendela tersebut dan membukanya. Dia kemudian memanggilku untuk melihat keluar pada tanah dibawahnya.

kami berada di lantai dua, dan rumahku ini berada di sebuah bukit hal ini menjadikan dataran yang ada menjadi dua kali lebih tinggi dimana kami sebenarnya berada di bibir jurang. “kita akan berpura pura” jelas Tuan widemouth. “aku akan menganggap bahwa ada trampiolin yang besar dan lembut dibawah jendela ini. Dan aku akan melompat melaluinya. Jika kamu membayangkannya dan berkonsentrasi untuk menganggap trampiolin itu benar benar ada, maka aku akan memantul kembali. Aku ingin kamu mencobanya”

aku hanyalah bocah lima tahun yang sedang demam, cukup ragu juga hal ini akan berhasil . “kamu yakin? Tinggi banget loh” aku berusaha meyakinkannya.

“justru disitulah asyiknya! Jika lompatanyya pendek lebih baik kita melompat ke trampiolin beneran saja”
Aku berpikir kembali. Mencoba menimbang nimbang membayangkan diriku melompat ke jurang tersebut dan memantul kembali oleh sebuah trampiolin yang tidak bisa dilihat orang lain. Namun pikiran jernihku akhirnya menuntunku untuk menolaknya. “mungkin lain kali” kataku “aku tidak yakin punya cukup imajinasi, aku bisa saja celaka nanti”
Tuan widemouth tampak cemberut, tapi hanya sesaat. Kurasa dia kecewa dan agak sedikit mengambek. “baiklah kalau begitu” ujarnya singkat. Mungkin karena kecewa akhirnya berdiam diri sepanjang hari.


Keesokan harinya Tuan widemouth datang kembali dengan membawa sebuah kotak. “aku ingin mengajarimu sebuah sulap, kamu bisa berlatih dahulu menggunakanya sebelum aku mengajarimu.
Ternyata kotak itu berisi penuh dengan pisau. “orangtuaku benar benar akan marah!” aku berteriak ketakutan. Aku tidak menyangka dia akan membawa pisau, sesuatu yang sangat tidak diperbolehkan oleh orangtuaku untuk kusentuh. “aku akan dihukum dalam waktu yang lama!!!”

Tuan widemouth mengerutkan dahi. “tapi bermain sulap dengan pisau ini sungguh sebuah hal yang mengasyikkan” katanya lagi
Aku menyingkirkan kotak itu “tidak bisa! Aku bisa terkena masalah. Pisau sungguh sesuatu yang berbahaya, buang saja semuanya!”
Tuan widemouth tampak semakin kesal dan cemberut. Dia mengambil kotak tersebut dan menyelinap kembali ke bawah tempat tidurku. Dan sepanjang hari tersebut dia tidak pernah keluar. Aku bertanya tanya berapa lama sebenarnya dia telah berada disana selama ini.
Aku sering susah tidur setelahnya. Tuan widemouth terkadang membangunkanku di tengah malam. Mencoba membujukku untuk melompat dari jendela bahwa dia telah memasang sebuah trampiolin besar dibawahnya. Tapi aku selalu menolak dan dia selalu berusaha memaksa. Terkadang dia malah tidur disampingku sampai pagi. Ini benar benar mengganggu!
Suatu pagi ibuku memberitahukan bahwa aku diperbolehkan untuk keluar rumah, udara segar akan sangat baik untukku, mengingat selama ini aku hanya terkungkung dikamar. Sempurna!!!! Kupakai sepatuku dan bergegas menuju teras belakang untuk menikmati sinar matahari pagi yang hangat. 
Ternyata Tuan widemouth telah menungguku “aku punya sesuatu untukmu”. Aku pasti telah memasang ekspresi curiga, sebab kemudian dia mengatakan “ini aman, aku janji”
Aku mengikutinya, dia menunjukan jejak rusa yang berlari menuju hutan di belakang rumah. “ini merupakan jalur yang penting” dia menjelaskan. “aku mempunya cukup banyak teman seumuranmu, ketika mereka telah siap aku akan membawa mereka melalui jalur ini menuju ke sebuah tempat spesial. Kamu belumlah siap, tapi suatu hari aku harap bisa mengajakmu ke tempat tersebut”
Aku kembali kerumah, bertanya tanya seperti apakah tempat spesial yang dimaksud.

Dua minggu setelah bertemu Tuan widemouth barang terakhir kami telah dipak, siap untuk diangkut menggunakan sebuah truk. Aku duduk disamping ayahku menuju pennsylvania. Aku sebenarnya berniat untuk berpamitan pada Tuan widemouth. Tapi bahkan sebagai anak umur lima tahunpun aku merasakan bahwa niatnya sungguh buruk, walaupun apa yang dikatakannya berkebalikan. Maka aku memutuskan untuk merahasiakan kepindahanku darinya.
Kami berangkat pukul 4 subuh, berharap akan sampai di pennsylvania sekitar waktu makan siang keesokan harinya. Kami punya cukup persediaan kopi sebagai minuman untuk menjaga kami dari tidur agar tetap terjaga. 
“terlalu pagi yah nak?” ayahku bertanya
Aku mengangguk dan menyandarkan kepala dijendela mobil, berharap bisa tidur sebelum matahari terbit. Ayah meletakkan tangannya di pundakku”ayah janji ini adalah terakhir kalinya kita akan pindah, ayah tahu ini sulit bagimu. Seperti sakit yang kamu alami ini. Begitu ayah mendapat promosi, kita akan menetap dan kamu bisa berteman sebanyak yang kamu inginkan”
Kamipun berangkat, untuk terakhir kalinya aku melihat siluet Tuan widemouth dari jendela kamarku. Dia melambaikan tangan sebagai salam perpisahan. Sebuah pisau steik tergenggam di tangannya. Aku tidak melambai kembali padanya.
Beberapa tahun kemudian aku kembali ke rumah lamaku di new vineyard. Rumah tempat kami sempat menetap dulu sekarang sudah tidak ada, kabarnya rumah itu yang dihuni oleh sebuah keluarga mengalami kebakaran beberapa waktu setelah kami pindah. Karena penasaran akhirnya aku menuju ke tempat dimana jejak rusa yang pernah ditunjukan oleh Tuan widemouth berada. Sebagian diriku berharap Tuan widemouth akan keluar tiba tiba dan menakutiku. Tapi kurasa dia telah pergi bersama rumah tersebut.

Jejak rusa berakhir di pemakaman umum vineyard.

Kusadari bahwa sebagian besar makam disana merupakan makam anak anak yang mungkin seumuranku waktu aku bertemu dengan Tuan widemouth.



untuk melihat cerita lain nya, silahkan cek di sini

Saturday, May 12, 2018

Aditra

creepypasta lama, Mommy, can I go out and kill tonight?

selamat malam sahabat antariksme, apa kabar nih? udah pada makan belum?
admin kembali lagi nih, dengan cerita old creepypasta yang tentu aja lumayan untuk di baca.

tapi sebelum itu admin ingatkan lagi nih buat yang belum tau, kalian bisa melihat daftar cerita creepypasta yang telah admin post di sini. oke kita langsung mulai cerita nya, cekidot ...




“Mommy, can I go out and kill tonight?”


“oh terima kasih sudah cepat cepat datang” seorang perempuan berkata, begitu dia membuka pintu.
“sama sama bu, ini sudah pekerjaan saya, apa yang bisa saya bantu?” aku menjawab sewajarnya sembari tersenyum
“ada masalah dengan saluran air di bak cuci baru baru ini. Saya sudah berusaha memperbaikinya namun tidak berhasil. Silahkan masuk, akan saya tunjukan tempatnya” dia melangkah masuk, dan mempersilahkanku untuk mengikutinya. aku mengangguk dan tersenyum menyetujui, bersiap untuk melakukan perbaikan seperti biasanya. Dia membawaku menuju ruang tamu.
“putra saya sedang tidur, bisakah saya meminta untuk tidak terlalu gaduh?”
“ya tentu saja, akan saya usahakan sebaik mungkin” aku tidak sengaja melihat bahwa perempuan ini kehilangan dua buah jarinya. Tanpa maksud untuk bertindak kurang sopan maka aku tidak menanyakan hal tersebut.
“saya sangat menghargainya, mau minum? Soda dingin atau air mineral mungkin?” dia menawarkan
“oh terima kasih… kalau begitu air mineral saja”
“saya akan segera kembali. Silahkan duduk” kemudian dia perlahan menuju ke dapur tanpa menoleh sedikitpun ke pintu masuk. Aku menyadari betapa lemah,kurus dan pucatnya ibu ini. Wanita malang ini aku rasa tidak akan selamat andaikata ada perampok ataupun pembunuh masuk kedalam rumahnya. Rumah ini begitu bagusnya, tidak heran kalau banyak orang yang akan tertarik tentunya.
Aku menoleh ke lorong dan mengambil napas dalam-dalam. Lalu aku merasakan aroma samar. Apa pun itu, baunya tidaklah sedap.meskipun aku tahu penghuni rumah ini menyamarkannya dengan menyemprotkan pengharum ruangan. Wanita ini tak lama berselang datang dengan membawa air mineral. Ketika dia meletakannya di meja aku melihat bahwa lengannya tampak memar melingkar.

“apakah lengan anda terluka? Saya melihat….”
“saya baik baik saja..! ” jawabnya cepat cepat dan berusaha menyembunyikan tangannya dibalik baju hangat yang ia pakai. “mari saya tunjukan dimana wastafel yang tersumbat itu” ujarnya berusaha mengalihkan pembicaraan. Kemudian kami berjalan melewati lorong, dan aku mendengar bunyi ganjil yang tampaknya muncul dari kamar pertama sebelah kiri. Sempat kulihat juga dua bayangan kaki di pintu. 
“mama bolehkah aku memilikinya” suara kecil terdengar dari balik pintu. Wanita ini seperti terkesiap, berbalik dengan ekspresi tegang yang cepat cepat ditutupi dengan senyum yang dipaksakan.

“sayang, kembalilah ketempat tidur” jawabnya dingin yang sama sekali tidak cocok dengan ekspresi mukanya yang tersenyum.
“mama bolehkah aku memilikinya, aku janji akan bersikap manis kali ini” suara dibalik pintu terdengar kembali dalam nada seperti memohon.
“saya pikir anak ibu membutuhkan sesuatu” ujarku…
“dia akan mendapatkanya sebentar lagi” katanya padaku, kemudian dia berkata pada anaknya “sayang kamu akan mendapatkannya sebentar lagi, bersabarlah, ibu janji padamu sebentar lagi akan ibu berikan padamu” kemudian dia cepat cepat pergi dan aku mengikutinya dibelakang. Aku seperti merasakan firasat buruk, kemudian kudengar suara cakaran di pintu.
“anak anda..? “ tanyaku
“iya” jawabnya singkat…

aku mulai memperbaiki wastafel yang tersumbat tersebut… dan kami terlibat dalam suasana diam yang terkesan canggung…

tiba tiba dia berkata padaku…. “kurasa kamu sudah menikah bukan? Berapa anak yang kamu punya?” tanyanya lagi
aku tersenyum “saya mempunyai dua orang putra” jawabku
Dia cukup lama terdiam, sebelum tiba tiba berkata padaku…. “sebaiknya anda pergi sekarang juga,… pulanglah ke keluarga anda, luangkan waktu anda dan berbahagialah” dia tiba2 berkata padaku dengan suara dingin yang bergetar….

aku terkejut dan sebelum sempat menjawab dia mengeluarkan sebilah pisau daging yang besar dari balik baju hangat panjangnya!!!!!

“pergi sekarang juga!!!!” dia mulai berteriak….

tiba tiba kudengar lagi suara dari balik kamar… “mama… sekarang aku sudah boleh memilikinya?” suara ini entah kenapa tiba2 membuatku seperti mati kaku ditempat, lirih… tegas, dan ada nada mengancam yang menguasai disana!!!!

wanita ini tiba2 saja mulai mendorongku untuk segera keluar dari rumahnya, terkejut akan perubahan keadaan yang tiba tiba ini aku tidak menyadari kakiku berlari terbirit birit dengan sendirinya… saat sampai dilorong terdengar suara keras seperti orang sedang berusaha mendobrak pintu diselingi dengan suara suara cakaran yang cukup membuat mual karena ketegangan yang diciptakan dari situasi tersebut…

Aku terus berlari tanpa menoleh ke belakang lagi… dan begitu sampai di halaman tiba tiba…
“BLAAAAAAAAMMMMMM” kudengar pintu dibanting… saat ini aku penasaran mencoba mengendap endap apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah itu…. Tapi tiba tiba saja kudengar suara anak kecil, kali ini suaranya bukan seperti anak kecil lagi melainkan seperti seekor binatang yang berteriak menggeram!...

“AKU BENAR BENAR LAPAR SEKARANG SIALAAN!!!!!!”
aku benar benar tidak percaya bahwa anak itulah yang berkata seperti itu… tapi siapa lagi? Suara itu suara lain dan bukan merupakan suara si ibu… kemudian terdengar suara geraman disusul dengan jeritan dan barang barang yang pecah!!

aku benar benar terkejut dan kali ini langsung melompat ke mobil kerja dan langsung kabur dari tempat itu…. Aku benar benar tidak mampu berpikir apapun, tercekam dalam kengerian… sampai kusadari aku telah melewati beberapa blok dari rumah itu dan harus secepat mungkin menghubungi polisi.

………….

“Apa kau melihat berita di tv?”
“tentang apa?”
“seorang tukang ledeng menelepon polisi, dia baru saja melarikan diri dari sebuah rumah dimana dia mendapat panggilan perbaikan, rumahnya dekat dengan rumah kita”
“apanya yang menarik?”
"Biarkan aku menyelesaikan dulu! Jadi polisi tiba di sana dan hal pertama yang mereka lihat adalah tubuh termutilasi wanita di lantai ruang tamu. Dia seperti digigit dan tercabik cabik! Wajahnya nyaris tak bisa dikenali dan perutnya robek terbuka dengan jeroan hilang. Mereka meneliti rumah dan menemukan sebuah ruangan dengan mayat membusuk yang berada di kondisi yang sama seperti tubuh wanita itu.banyak diantara mereka adalah pekerja seperti tukang ledeng, listrik dan yang lainnya. Ada rantai terputus tepat di samping tumpukan mayat. "
“oh Tuhan, kita sedang makan sekarang!! Sungguh menjijikan! Itulah alasan kenapa aku tidak mau memelihara anjing”

"Oh tidak ada itu bukan anjing. Mereka memeriksa mayat wanita karena baru saja meninggal tidak lama sebelum mereka tiba rupanya. Dia memiliki bekas gigitan di tubuhnya.sebuah tanda gigitan dari manusia. Gigitan itu cukup kecil. Terlalu kecil untuk disimpulkan sebagai gigitan orang dewasa. "
“maksudmu… oh… itu bukan apa yang kamu pikir bukan? Hal tersebut sungguh tidak mungkin!!!”
“mereka mengetahui kalau wanita tersebut mempunyai seorang putra, dan dia kini menghilang!!”


untuk melihat cerita lain nya, silahkan cek di sini

Friday, May 11, 2018

Aditra

creepypasta lama, Getting Old


malam sahabat antariksme, malam ini admin kembali lagi dengan satu cerita yang lumayan wah ya. oke tanpa basa basi lagi langsung aja deh, cekidot ...

Getting Old

Ketika aku kuliah dulu, aku ingin mendapatkan sedikit uang jajan lebih selama musim panas, jadi aku bekerja sebagai kurir sebuah perusahaan. Suatu hari, aku harus mengantarkan barang ke seorang pria bernama pak Yamaguchi. Apartemennya berada di lantai 12.
Aku sedang terburu-buru karna aku ingin segera pulang kerumah. Aku menggunakan elevator ke lantai 12 dan mencoba mengirimkan barang untuk Pak Yamaguchi dengan tepat waktuy. Dia bahkan memberiku tip dalam jumlah yang lumayan besar.
Ketika aku hendak meninggalkan apartemennya, aku baru menyadari bahwa terdapat note di pintu tetangga sebelah apartemen pak Yamaguchi, yang berisikan tulisan :
“Pria tua dengan kaki yang cacat.
Aku tidak bisa pergi kebawah untuk membuang sampah.
Bisakah seseorang membantuku??”
Sejenak aku ragu untuk membantu. Walaupun aku ingin sekali segera pulang kerumah, ibuku selalu mengajarkanku untuk selalu membantu orang yang membutuhkan. Aku menekan bel nya dan menunggu. Tak lama lemudian, piintu segera dibuka oleh pria tua yang berumur kira-kira 80tahun.
“Aku membaca note mu,” kataku.
“Terima kasih banyak, anak muda,” dia tersenyum. “Beranjak tua memang hal yang menakutkan. Terutama jika kau tinggal sendirian. Tunggu sebentar, aku akan mengambilkan sampahnya.”
Pria tua itu masuk ke dalam. Beberapa menit kemudian, dia muncul dengan kardus yang sudah di lakban. Kardus itu terasa berat sekali.
“Ya, menjadi tua sangatlah sulit,” lanjutnya.
“Kadang aku merasa lebih baik mati saja…”
Aku menghindari terlibat percakapan yang aku rasa aneh dengan pria tua itu, jadi aku menjawab , “tidak apa-apa. Aku akan membuangkan sampah-sampah ini untukmu.”
Aku mulai beranjak meninggalkan pria tua itu, tapi dia mengikutiku keluar hingga ke elevator.
“Terima kasih atas kebaikanmu,” bisikknya. “Maaf jika sudah merepotkanmu. Senang sekali bisa bertemu denganmu.”
“Ya, sampai jumpa.” Jawabku ketika aku menekan tombol untuk kelantai dasar.
Pintu tertutup dan elevator mulai turun. Kotak yang kubawa sangat berat, aku heran apa isi kardus ini. Kemudian, pikiranku tertuju pada pria tua itu. Misalkan kakinya memang cacat, bukankah dia masih bisa turun menggunakan elevator? Ah, mungkin dia hanya merasa sendirian dan perlu teman ngobrol, batinku.
Tiba-tiba, kotak itu melompat dengan sendirinya dari tanganku. Lalu membentur langit-langit elevator sehingga menimbulkan bunyi seperti benturan logam yang keras. CLANG! Dasar elevator seperti tertahan oleh sesuatu secara mendadak di antara lantai 6 dan 7. Kemudian, kotak itu jatuh kembali dengan bunyi bedebum yang keras.
Aku sangat shock, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. Aku baru menyadari bahwa ada kawat yang sangat tipis dan panjang terselip di celah pintu elevator. Penasaran, lalu aku membuka kotak itu dengan pisau lipatku. Aku sangat kaget ketika menemukan bahwa kotak itu berisi balok semen yang berat dengan kawat piano yang terlilit di baloknya.
Aku segera ingin bertanya kepada pria tua itu tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi, jadi aku menekan tombol ke lantai 12. Ketika elevator berhenti dan pintu terbuka, aku tergagap karna ketakutan. Kemudian, aku mengambil hp ku kemudian segera menelpon polisi dan aku menunggu mereka datang dengan cemas.
Pria tua itu ternyata telah melilitkan bagian ujung kawat piano lainnya ke lehernya. Tubuhnya terbaring di depan elevator dan digenangi kubangan darah segar. Kepalanya menggelinding dan mendarat tepat didepan pintu kamarnya. Aku telah membantunya, menbantunya untuk mengakhiri hidupnya!
gimana sahabat? lumayan bagus kan?
ya udah, segitu aja dulu untuk malam ini, jangan lupa di baca juga ya artikel lain nya.

untuk melihat cerita lain nya, silahkan cek di sini

Thursday, May 10, 2018

Aditra

Creepypasta lama, Mirror


yosh semua, admin balik lagi nih. tumben kan? iya dong, mumpung lagi ada bahan segudang yang bakal di posting, jadi admin balik lagi nih. kali ini dengan cerita creepypasta lama yang admin temuin di blog lama admin yang tadi udah admin edit dikit biar hilang typo nya, hehe.
oke deh langsung aja nih, cekidot . . .



cermin

Sam grover baru saja pindah ke detroit, michigan, sebagai seorang dokter hewan. Setelah dia melihat bahwa dinding rumahnya kosong melompong, maka dia memutuskan untuk mencari beberapa hiasan untuk mengisi kekosongan tersebut.

“ada yang bisa saya bantu?” dengn semangatnya penjual bertanya.

"aku mencari hiasan, seperti lukisan untuk digantung di dindingku," jawab Sam.

“saya rasa untuk lukisan kami tidak menyediakannya, namun mungkin anda tertarik dengan cermin antik ini” rayu si penjual

setelah memeriksa dengan teliti layaknya seorang kolektor benda seni, sam memutuskan untuk membelinya.

Sesampainya di rumah, sam memasang cermin di kamarnya. Cukup puas baginya dengan cermin yang tampak cocok di kamarnya. Kemudian dia berbaring di kasur sambil membaca beberapa catatan. Di mendengar guntur dan kilat yang menyambar di jendela kamarnya. Tiba tiba listrik padam bersamaan dengan guntur yang menggelegar di luar, membuat rumahnya menjadi gelap gulita. Beruntung dia mempunyai lilin untuk berjaga jika keadaan semacam ini terjadi. Sam menyalakan lilin dan kemudian kembali ke kamar tidurnya. Beberapa saat kemudian, sam melihat gerakan di cermin. Perlahan dia duduk dan mengamati cermin. Didalam cermin dia melihat sesosok wanita berrambut panjang yang seluruhnya menutupi mukanya. Seketika sam tercekam dalam ketakutan, untungalah beberapa saat kemudian lampu kembali menyala. Begitu lampu menyala sosok wanita di cermin tersebut menghilang pula. Sam hanya mendpati wajahnya sendiri yang tampak pucat pasi karena ketakutan. Sam tidak begitu yakin dengan apa yang baru saja ia lihat, apakah itu merupakan sesuatu yang hidup di balik cermin ataukah hanya khayalannya sendiri. Kemudian daripada paranoid akhirnya sam memutuskan untuk memindahkan cermin tersebut ke lantai bawah, dan berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Keesokan harinya sam mendtangi tempat dimana dia membeli cermin.

“selamat pgi” sapa sang penjual “bagaimana cerminnya?”

“indah” jawab sam pendek “darimana anda mendapatkannya?”

penjual menjelaskan bahwa dia menemukan koleksi tersebut di basemen toko dan berasumsi bahwa cermin tersebut bakalan menjadi sebuah barang dagangan yang cukup menjanjikan.

Setelah mendengar penjelasan dari si penjual, sm memutuskan untuk pulang.

Mlam itu, badai yang sama seperti malam sebelumnya terjadi lagi. Sam mendengar guruh menggelegar dan hujan turun dengan derasny di luar. Dia mulai terbayang akan sosok yang ia lihat di cermin mlam sebelumnya, dia berpikir bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk mencari tahu kebenarannya. Tiba tiba lampu dirumahnya kembali padam sma seperti dimalam sebelumnya!. Sam merab raba berusaha untuk mencri lilin. Ia kemudian menyalakannya dan berjalan menuju lorong menuju basemen. Dia mendengar suara smar dari dinding, seperti semacam suara berderit bercampur dengan erngan yang tersamar suara badai di luar. Dengan perasaan takut membayangkan apa yang terjadi sam perlahan berjalan menuju tempat cermin. Ketika dia akhirnya sampai didepan cermin, berhadapan dengannya, dia kemudian berusaha menerangi cermin tersebut dengan cahaya lilin. Seketika itu sam menjerit penuh kengerian, ternyata dia melihat si penjual cermin di dalam bayangan cermin!. Dia pun berlari terbirit birit menuju kamarnya, dan tidak lupa pula ia kunci pintunya dan melompat ke tempat tidurnya. Setelah berusha menenangkan dirinya, berusaha untuk berpikir rasional kemudaian akhirnya dia jatuh tertidur, mungkin suara hujan membuatnya rileks.

Sekitar pukul 4 pagi, sam terbangun akan suara guntur yang menggelegar, badai di luar tidak kunjung reda rupanya. Kejadian semalam masih meneror dirinya. Dia berusha meyakinkan dirinya sendiri bahwa semuanya hanyalah imajinasinya yang bermain main dengan suasna rumah yang gelap. Namun sebagian dari dirinya mengatakan bahwa semuanya adlah nyata! Listrik masih belum juga menyala, sam memutuskan untuk memeriksa sakelar di basemen. Saat ia akan menuruni tangga, ia mulai gemetar teringat akan wajah penjual yang muncul di cermin secara tiba tiba. Sam mengumpulkan keberanian dan menerangi ruangan basemen dengan lilinya, chaya lilinpun menyinari cermin. 

Sam menatap cermin, yang ia dapati disana selanjutnya hanyalah pantulan bayangan dirinya disana. Sam-pun tertawa mengejek kebodohanyya sendiri, walaupun sebenarnya rasa gugup dan takut tentu sja masih ada, namun setidaknya saat ini dia cukup merasa lega karena apa yang dia bayangkan sebelumnya tidak terjadi.

“benar benar imajinasiku sendiri” katanya pada dirinya sendiri, untuk menenangkan pikirannya.

Sam kembali menuju lorong menuju kamarnya. Saat ia menoleh kembali ke belakang untuk melihat cermin itu untuk yang terakhir kalinya, dia tercekat kembali kali ini semuanya sungguh membuatnya hanya berdiri terpaku terteror oleh ketakutan ketika dia melihat apa yang ada di dalam cermin. Bayangan dirinya mulai bergerak dengan sendirinya, dan ketika dia berkedip untuk meyakinkan penglihatannya seketika pula bayangan dirinya tadi telah berubah menjadi sesosok wanita dengan rambut panjang yang menutupi seluruh mukanya. Dia mulai merangkak keluar dari cermin.... kepalanya mulai keluar dari cermin, sehingga rambutnya tergerai dilantai... terpaku akan teror, sam tidak bisa berlari kemanapun saat sosok tersebut mulai merayap menuju tempatnya dia berdiri, menyisakan suara deritan dilantai begitu sosok tersebut merayap menggunakan tangannya yang tampak memiliki cakar..... sam masih tetap terpaku, air mata mulai menetes dari kedua bola matanya...

sedangkan sosok tersebut terus merayap mendekati tempatnya secara perlahan...

semakin dekat......

dan semakin dekat.............



untuk melihat cerita lain nya, silahkan cek di sini
Aditra

creepypasta lama, Dream That Brings Change



malam semua, malam ini admin akan kembali membagikan tentang cerita creepypasta lama yang admin dapat kan di blog lama admin yang udah mati, ya walaupun old tapi gold la istilah nya, walaupun cerita yang satu ini rating nya agak di bawah standar admin tapi ya tetap lumayan di baca lah, oke deh langsung aja cekidot . . .


Dream That Brings Change
Menemukan kedamaian, ketentraman, dan ketenangan adalah hal yang sangat diharapkan setiap orang, meski ada beberapa orang yang tidak mau jujur mengakuinya, tapi itulah yang sangat kita inginkan jauh di dalam diri kita, begitu juga yang aku mau.
Aku sangat muak melihat kerusuhan, dan semua kejahatan yang semakin terus menjamur dan menyebar dengan cepat, semua itu terjadi bagaikan penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus arogansi, kemarahan, kekecewaan, dan suatu kepuasan sepihak.
Jujur aku sangat benci melihat semua drama itu, dimana ada sebagian orang yang melakukan kejahatan namun berteriak seolah apa yang diyakni dalam dirinya adalah satu-satunya hal yang benar dan itulah kebenaran, padahal benar untuknya belum tentu benar untuk orang lain.
Aku memang tak bisa melakukan apapun, tapi dengan melihat dan mendengarnya saja di media, sudah cukup membuatku menggerutu kesal di dalam hati. Kumatikan televisi yang kutonton dari pagi tadi itu dengan rasa kesal, tapi aku benar-benar tidak dapat mengerti kenapa ada orang yang mau melakukan kejahatan, padahal bukankah menyenangkan jika yang kita lakukan adalah
kebaikan, yah mungkin inilah dunia.
Kubereskan semua buku yang berserakan di dalam kamarku sambil terus berfikir tentang apa yang kusaksikan tadi.
Kebetulan siang ini sangat cerah, ditambah lagi aku sedang libur kerja, jadi aku bisa sedikit menenangkan kepalaku dengan bermalas-malasan dirumah. Kulihat tempat tidur yang tadi pagi kurapikan, kunyalakan kipas angin dan kuarahkan ke tubuhku, lalu aku pun membaca majalah otomotif yang terbit hari ini sambil tergeletak di kasurku yang nyaman. 
Entah berapa lama aku membaca, aku pun melirik jam dinding yang ada di dekat pintu, ternyata masih menunjukkan pukul 12.45, hanya lebih 15 menit dari saat aku mulai membaca majalah tadi, aneh memang karena sepertinya aku cukup lama membaca majalah tadi.
“lama sekali waktu kali ini”, bisikku dalam hati
Meski begitu aku memang tidak menaruh curiga pada apa yang terjadi, bukankah wajar jika kita menunggu waktu akan terasa lama, namun jika kita sedang tergesa-gesa waktu akan cepat berlalu. Karena merasa jenuh hanya tidur-tiduran dalam kamar, aku pun bermaksud untuk pergi berjalan-jalan di taman. 
Saat aku keluar rumah, banyak orang yang terlihat menikmati keindahan hari ini, baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Untuk sesaat semua terlihat normal, sampai aku baru sadar mereka semua selalu melihat ke arahku dengan tatapan penuh kebencian. Aku bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, ku lihat diriku sendiri dari kaca sebuah mobil yang terparkir di dekatku.
“apa yang salah ya??”, gumamku dengan suara pelan.
Semua ini sikap mereka membuatku berubah pikiran, dan aku memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalananku dan kembali pulang. Sesampainya dirumah, aku masih tetap kebigungan dengan sikap semua orang padaku. Baru saja aku mau membuka pintu yang terkunci, terdengar suara sapaan dari belakangku.
“hai pecundang, terlalu takut untuk keluar rumah ya.. hahaha”. teriak suara itu.
Aku yang mendengar kata-kata kasar itu langsung berbalik.
“pecundang?? Kasar sekali cara bicaramu..!!”, jawabku sambil menoleh ke belakang.
Ternyata yang bicara adalah Rico, dia adalah salah satu orang yang pernah satu SMA denganku, dan dia adalah orang yang sangat aku benci. 
Dia adalah orang yang membuat aku selalu dalam masalah, ada saja ulahnya untuk menjatuhkanku, mulai dari menyebar kebohongan tentang ku, bahkan dia pernah menyebarkan fitnah bahwa aku melakukan praktek sihir, entah berapa kali warga datang kesini hanya untuk memastikan apa yang dia katakan, dan sebanyak itu juga aku selalu menjelaskan kebenarannya, tapi tidak ada yang mempercayai apa yang aku katakan, karena malas meladeni orang seperti dia apalagi berusaha membuktikan hal yang kuanggap tidak penting seperti itu, aku hanya diam saja dan mengacuhkan semua, tapi sayangnya sikapku yang hanya diam membuatku masuk kedalam masalah yang lebih jauh, karena banyak juga orang yang mempercayai apa yang dia katakan. 
Padahal kenyataannya dia adalah seorang pemimpin sebuah genk motor yang kerap melakukan aksi kriminal di daerahku, tapi karna orang tuanya adalah orang yang berpengaruh, dia selalu saja terlindungi. 
Aku yang mengetahui siapa dia sebenarnya menjadi objek yang terus diawasi oleh kelompoknya. Tapi kali ini dia benar-benar datang sendiri kerumahku.
“kenapa kau hanya menatapku saja bodoh, ayo pukul aku, kenapa kau diam..!!!”, teriaknya padaku.
Melihat hal itu emosiku semakin memuncak, selama ini aku sudah sabar menghadapi sikapnya yang selalu seenaknya padaku,tapi apa yang harus kulakukan, orang dari kalangan sepertiku ini tak mungkin bisa melawannya, aku tau orang-orang berada seperti mereka selalu merasa kuat, karena hukum ada dipihak mereka, jika ada perkara, mereka bisa membayar pengacara atau siapapun yang bisa meringankan dan membebaskan mereka dari hukum. Sedangkan jika orang dari kalangan bawah sepertiku yang berulah, tentu saja hanya akan dijadikan kambing hitam, karena ketidakmampuan dan ketidaktahuannya dalam hukum. 
“memangnya apa salahku padamu? Kenapa kau datang ke rumahku dan tiba-tiba mencari masalah seperti ini??”, jawabku berusaha tenang.
“mencari masalah?? Hahahah apa kau bodoh??? Aku kesini bukan untuk mencari masalah, tapi untuk menyingkirkanmu !!”, teriaknya.
Mendengar apa yang dikatakannya muncul rasa takut dalam diriku, apalagi aku benar-benar tidak menyangka bahwa perbincangan kami telah disaksikan oleh banyak orang, dan semua orang menatap kearahku seolah mengisyaratkan “AYO BUNUH DIA”.
Kuperhatikan dirinya baik-baik, ternyata dia bersiap mengeluarkan sebuah pisau dari balik jaketnya, dia pun menusuk tubuhku berulang kali.
Rasa sakit ini datang bersama hujaman pisau yang menusukku, aku menatap matanya dan kulihat dia hanya tersenyum bahagia, ditambah lagi sorak-sorak kesenangan dari orang yang menyaksikanku diperlakukan seperti ini hanya menambah kepedihan yang kurasakan. 
Kecewa, kebencian, dan kemarahan datang bersama tawa mereka padaku, ku pegang perutku yang tadi ditusuk oleh pisau itu, sekarang aku bisa merasakannya.
Darah yang mengalir dari perutku ini, menambah kebencianku pada manusia-manusia seperti mereka, mataku pun perlahan mulai terpejam.
“kriiiing..kring…kring…”
“aaaaaaaaaaaarrgggggggggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh”, teriakku
Aku pun terduduk, dengan nafas yang tak beraturan sambil melihat sekelilingku, ternyata alarmku berbunyi tepat pada pukul 12.45.
“sial, untung saja semua yang terjadi tadi cuma mimpi…HAHAH… mimpi… cuma mimpi…… HA..HA..HAHAHA” , teriakku memecah kesunyian kamar ini.
Tak kusangka apa yang terjadi tadi hanya mimpi, disampingku masih ada majalah yang tadi kubaca, keringatpun masih mengucur dengan deras dikarenakan mimpi yang barusan ku alami, sepertinya aku ketiduran saat membaca majalah ini tadi, aku pun turun dari ranjangku namun langkahku terhenti, dan kuraba bagian perutku.
“huh ternyata masih utuh ya.. heheh”, gumamku sambil tersenyum sendiri.
Mimpi tadi terasa sangat nyata, bahkan rasa sakitnya masih bisa kurasakan sekarang. 
Secapatnya ku ambil handuk dan bergegas mandi, setelah selesai mandi, aku bercermin seperti biasa, karena kebetulan di dalam kamar mandiku ada sebuah cermin, ku tatap cermin itu sebentar dan ku tebarkan senyumanku, lalu aku terkejut karena ada sebuah wajah yang aku kenali ada dibelakangku ikut tersenyum.
“siapa itu…?? apa yang kau lakukan???”, teriakku sambil menoleh ke sekitarku
Aku merasa bodoh berteriak-teriak seperti itu, karena aku tau bahwa ini masih di kamar mandi. Karena takut aku cepat keluar dari sanaApa yang tadi kulihat benar-benar menyeramkan, aku mengenalinya tapi benar-benar sangat sulit untuk mengingat siapa dia.
Ketakutan yang menghantuiku saat ini membuatku benar-benar merasa kacau. Aku duduk di tepi tempat tidurku memikirkan keanehan-keanehan yang kualami.
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar.
“tok..tok..tok..”
Aku hanya diam saat ketukan pertama berbunyi, tapi suara ketukan terdengar lagi dan kali ini lebih kencang dan lebih panjang dari yang pertama.
“tok.. tok..tok..tok..tok..”
Aku turun dari tempat tidurku dan berjalan kearah pintu depan, namun baru saja aku keluar kamar, seseorang seperti sudah menungguku, dengan posisi yang awalnya membelakangiku dia berbalik sambil memasang senyuman mengerikan.
“si..si..siapa kamu??”, tanyaku
Tanpa menjawab orang itu langsung berlari kearahku dan menusukku dengan sebuah pisau.
“k..kk..kkkau Rico..!!”, gumamku
“apa brengsek, pergilah kau ke neraka”, teriaknya padaku
Aku mendorong tubuhnya dan lari ke kamarku, kukunci pintu kamarku dan ku coba berteriak dari jendela, sambil menahan darah yang mengalir dari tubuhku.
Saat aku berteriak sebuah sayatan merobek wajahku, segera kututup jendela itu. Ternyata itu Rico, bagaimana mungkin dia bisa sangat cepat berpindah.
Tubuhku gemetar dan tak bisa melakukan apapun, yang kulakukan saat ini hanya meringkut diatas tempat tidurku.
“Kriing…kring….kring….”
Kudengar suara alarmku kembali berbunyi, dan itu membuatku terbangun…
Semua yang kualami tadi tak nyata, semua itu cuma mimpi….
Mimpi yang terjadi di dalam mimpi……….
Apa aku gila sehingga bisa bermimpi seperti itu… atau mungkin sekarang juga mimpi… ternyata jam menunjukkan pukul 12.45..
“hahah, sial aku ditipu oleh mimpi… pasti sekarang masih mimpi…hahahah !!”, teriakku 
Baru saja aku berhenti tertawa suara ketukan pintu terdengar.
“tok..tok..tok”
Aku tersenyum mendengar itu, aku pergi ke gudang dan mengambil sebuah katana yang biasanya kujadikan pajangan.
“pasti dia yang mengetuk, hahha”, gumamku
Setelah pedang itu kudapatkan kusembunyikan di belakangku, aku berjalan menuju pintu dan membukanya. Benar saja itu memang Rico, belum sempat dia berkata-kata, ku ayunkan pedang itu pada kepalanya.
Kepala yang tertebas pedangku itu pun menggelinding tepat di bawah kakiku, dan dari lehernya mengalir darah segar yang sangat banyak. Beberapa orang berteriak histeris karena ketakutan melihat apa yang baru saja kulakukan.
Aku tertawa menyaksikan itu, benar-benar menyenangkan bisa meluapkan semua kebencian ini pada orang yang biasanya menindasku. 
Sekarang aku berfikir bahwa kejahatan itu ternyata tidak begitu buruk,dan aku tak mengkhwatirkan apapun, karena aku tau bahwa ini hanya mimpi. Aku pun masuk kedalam rumah dan kembali tertidur dengan perasaan puas, sampai aku akhirnya aku terbangun kembali saat polisi datang ke rumahku, dan disinilah aku menyadari bahwa yang baru saja terjadi bukanlah mimpi.
Sampai saat ini aku masih tidak bisa membedakan mana mimpi dan mana dunia nyata, tapi sekarang aku tidak peduli karena sekarang aku mengerti mengapa orang-orang ada yang mau berbuat jahat, karena semua itu menyenangkan.
Tapi sayangnya mereka semua tidak sependapat denganku, bahkan berkata bahwa aku adalah orang yang sakit jiwa, sehingga menempatkanku disini bersama orang-orang yang tak waras. Aku akan menunggu disini berpura-pura sama seperti mereka, sampai ada kesempatan aku bisa lari dari sini.

untuk melihat cerita lain nya, silahkan cek di sini

Wednesday, May 9, 2018

Aditra

cerita creepypasta lama, Stuck At Time



malam teman teman altariksme, admin pening nih, udah 3 kali ganti-ganti nama website nya, dari informasea, pedoman kampus, terus ini nih antariksme. gak tau nanti ganti lagi atau nggak, soal nya admin masih bingung nih sama konsep ini blog, yang menurut admin menarik admin maen masukin aja, hehehe.
ya udah cukup curhat nya, karena tadi admin bingung mau buat nama blog apa, admin pun mencoba searching dulu dan admin malah dapat blog lama admin dulu di tahun 2013, isi nya tentang creepypasta gitu dan admin malah tersepona, eh salah terpesona, dan di situ admin malah nemuin cerita lama yang menurut admin bagus bener, tentang cerita yang never ending yang wah gitu alur nya.
ya udah deh langsung aja, cekidoot ...





stuck at time

Aku bekerja di sebuah pom bensin di pedesaan Pennsylvania. Walau pekerjaan ini cenderung mudah dan gaji yang ditawarkan lumayan besar, tetap saja ini adalah pekerjaan yang membosankan.
Beberapa bulan yang lalu,tempat ini kedatangan pegawai baru bernama Jeremy. Ia adalah pria aneh berumur sekitar 25 atau 26 tahun dan tipe orang yg pendiam. Ketika ia tertawa,suara tawanya terdengar sangat menakutkan. Bahkan, yg paling menakutkan yg pernah kudengar. Tapi aku dan bosku tidak pernah menganggap hal tersebut sebagai masalah. Lagipula kami tidak pernah mendengar keluhan atas service yg diberikannya dan ia selalu rapi dan tepat waktu dalam menyelesaikan tugasnya. Hingga kira-kira beberapa minggu lalu, ketika barang barang mulai berhilangan.
Pencurian dikalangan pegawai adalah masalah dalam bisnis perdagangan dan hanya akan ada 1 orang pegawai yang bertugas di satu kali giliran jam kerja.
Kira-kira 2 minggu yg lalu, bosku mulai menyadari kalau kami kekurangan pasokan oli. Awalnya kaleng-kaleng oli itu masih tersusun di rak pajangan toko. Namun keesokan harinya semua oli tersebut akan lenyap dan hal itu terjadi tepat setelah jeremy selesai bertugas. Bosku telah mengecek rekaman kamera cctv di jam kerja jeremy. Tapi ia tidak pernah melihat jeremy saat tengah melakukan aksinya. Dalam rekaman itu terlihat bahwa kaleng2 itu masih disana setelah Jeremy mengunci pintu. Tapi besoknya semua kaleng tersebut kembali menghilang.
Bosku biasanya membawa pulang rekaman tersebut dan mencoba memeriksanya kembali. Tapi malam ini,berhubung putri bosku sedang mengikuti turnamen softball, ia memintaku untuk menggantikannya mengecek rekaman tetsebut. Ia menawarkan uang tambahan padaku dan tentu saja aku menyetujuinya. Aku harus menabung untuk rencana liburan dan karenanya aku membutuhkan uang ini.
Setibanya di rumah aku langsung menuju sebuah VCR tua untuk memutar rekaman ini. Ada 3 buah rekaman yang berasal dari 3 kamera yang berbeda. Aku pun beranjak duduk dan mulai mengamati rekaman tersebut.
Rekaman ini adalah rekaman 2 hari yang lalu(hari terakhir jeremy bekerja)
Ia mulai bertugas jam 4 sore. Awalnya semua berjalan normal. Ia bertukar giliran dengan wanita yg jaga di shift sebelumnya lalu menunggu pelanggan datang.
Orang pertama yang muncul adalah nyonya Templeton(waktu yang tercatat adalah jam 4:03). Ia mengambil rokok,sebuah koran,lalu membayarnya seharga 20 dollar. Tidak ada yg aneh. Pelanggan selanjutnya adalah penduduk lokal bernama ron. Ia mengendarai sepeda motor dan biasanya hanya datang sekali dalam beberapa hari . Ia mengisi tangki minyak motornya hingga penuh, mengambil sekantung daging sapi,membayar dengan kartu kredit lalu pergi. Kemudian ada beberapa pria bertopi cowboy. Aku tak pernah melihat mereka, tapi yeah, bukan hal yang aneh jika sebuah pom bensin disinggahi oleh orang asing. Ia mengisi solar seharga 40 dollar, membayarnya dengan 100 dollar,mengambil kembalian lalu pergi. Aku menghela nafas. Hal yang lebih membosankan dari pekerjaan ini adalah melihat orang lain melakukakannya. Untung saja tawaran bosku cukup membuatku bertahan dan kembali mengamati rekaman itu.
Namun segalanya terlihat normal. Aku merasa jika jeremy memang mencuri oli, dia pasti sudah tahu kalau kami akan mencurigainya. Aku berharap ia tidak cukup bodoh membiarkan kami menangkap aksinya di kamera.
Segala rutinitas tersebut tampak membosankan hingga pukul 5 sore.
Pada pukul 5:03 sore, nyonya templeton kembali. Mungkin ia ketinggalan sesuatu. Tapi ternyata tidak! Dia membeli rokok yang sama dengan yang dibelinya tadi,demikian juga dengan korannya. Di juga membayar seharga 20 dollar. Aku merasa aneh,tapi di satu sisi aku tahu dia wanita yang agak pikun.
Ron juga datang lagi. Ia mengisi bensinnya(untuk motor yang sama)hingga penuh — lagi, mengambil sekantung daging sapi,dan kembali membayar dengan kartu kredit. Aku tidak melihat adanya transaksi dalam jumlah besar. Mungkin ini hanya kebetulan aneh. Nyonya templeton yang pikun dan ron yg mungkin memiliki lebih dari 1 harley. Tepat saat aku berasumsi itulah aku melihat pria bertopi cowboy itu kembali. Tulang belakangku serasa menggigil.
“Jangan beli solar,jangan beli solar” gumamku cemas,tapi….ia membelinya dan melakukan persis seperti sebelumnya. Aku mulai berasumsi kalau ia mungkin seorang pria kaya yang baru pindah, atau…sesuatu yang ganjil tengah terjadi. Aku tetap mengawasi.
Namun hal itu kembali terjadi pukul 6:03. Pelanggan yang sama dengan belanjaan yang sama kembali datang dan selalu terulang tepat 1 jam setelah kedatangan terakhir mereka.
Sekarang aku mulai berpikir kalau si jeremy keparat itu telah memanipulasi rekamannya dengan mengulang rekaman dari jam pertama ia bekerja. Tapi sebelum aku menyimpulkan hal tsb,aku mengamati sebuah jendela di dekat kasir. Dan aku melihat cahaya dari matahari itu perlahan semakin pudar. Jeremy tidak memanipulasi rekamannya! Aku seketika panik. Bahkan hingga jeremy pulang aku tak bisa menemukan apapun kecuali keganjilan ini.
Hingga akhirnya aku mempercepat video ke jam 00:03,saat jeremy sudah selesai bertugas.
Tepat pukul 00:03 itulah, entah bagaimana wajah jeremy tiba-tiba muncul di kamera. Maksudku, ia bukan menengadahkan wajahnya menatap ke kamera,tapi ini seperti, satu detik sebelumnya toko telah kosong dan dikunci lalu satu detik kemudian wajah jeremy sudah memenuhi layar kamera. Dan ia tidak menatap ke kamera lalu menyeringai lebar. Ia seolah menatap tepat kearahku! Aku histeris dan berusaha mencari remot. Namun baru aku mulai mencari,jeremy telah menghilang. Secepat ia muncul! Tanganku bergetar hebat. Keringatku bercucuran. Namun aku tetap memberanikan diri untuk memeriksa kamera lainnya. Dan kali ini merupakan rekaman dari cctv di seberang kamera yang sebelumnya sehingga aku bisa melihat bagaimana ia bisa muncul seperti tadi. Dengan cukup tegang aku mempercepat video hingga ke waktu 00:03, namun aku tak melihat apapun. Hal yang aneh karena seharusnya aku bisa melihatnya berdiri diatas kursi atau apapun itu dalam rekaman ini. Sayangnya hasilnya nihil. Ia tidak terekam saat kembali memasuki toko setelah pintu dikunci. Ia tidak mengetahui kode keamanan dan tidak ada alarm yang berbunyi. Seakan ia benar2 tidak ada disana. Seperti halnya wajah jeremy, terjadi juga pada oli-oli itu. 1 detik sebelumnya oli itu masih tersusun di rak,lalu 1 detik kemudian semua kalengnya sudah lenyap. Aku mematikan rekaman itu dan beranjak ke kamar. Namun aku tak bisa tidur. Rekaman itu telah mengacaukan pikiranku.
***
UPDATE (2:49) 
Sesampainya di toko,bosku meminta rekaman tersebut dan menanyakan hasil penyelidikanku. Tapi yang benar saja, aku harus bilang apa?! Aku akhirnya hanya menjelaskan isi rekaman dan meminta bosku melihat rekaman itu tanpaku. Aku tak ingin melihatnya lagi. Aku bahkan belum bisa melupakan seringainya dalam rekaman itu.
Bosku baru saja selesai menonton bagian akhir rekaman tersebut. Ia terlihat ketakutan(seperti halnya yang kualami). Kami mendiskusikan hal ini berdua dan mulai menduga-duga siapa jeremy sebenarnya. Apakah ia hanya pria pendiam yang gemar mencuri oli dan menakuti orang atau apakah ia itu sesuatu yang lain.
Aku mulai berasumsi,dan walaupun kedengarannya gila,aku merasa kalau jeremy mungkin bisa melakukan lompatan waktu. Yeah,itu memang gila. Aku dan bosku akhirnya kembali berdiskusi sembari menenangkan diri. Aku akan kembali meng-update perihal ini nanti malam. Tapi entah kenapa aku punya firasat buruk akan hal ini.
UPDATE (4:33 PM)
Tidak ada tanda-tanda kehadiran jeremy. Aku mencoba menghubunginya namun nomornya tidak aktif. Kami pun mencoba menghubungi polisi.
UPDATE (5:33 PM)
Tidak ada tanda-tanda kehadiran jeremy. Aku mencoba menghubunginya namun nomornya tidak aktif. Kami pun mencoba menghubungi polisi.
UPDATE (6:33 PM)
Tidak ada tanda-tanda kehadiran jeremy. Aku mencoba menghubunginya namun nomornya tidak aktif. Kami pun mencoba menghubungi polisi.
UPDATE (7:33 PM)
Tidak ada tanda-tanda kehadiran jeremy. Aku mencoba menghubunginya namun nomornya tidak aktif. Kami pun mencoba menghubungi polisi.
UPDATE (8:33 PM)
Tidak ada tanda-tanda kehadiran jeremy. Aku mencoba menghubunginya namun nomornya tidak aktif. Kami pun mencoba menghubungi polisi.
UPDATE (10:58 PM)
Oh,sial…sial…sial!! Aku baru sampai di rumah dan melihat updatea-an ku sebelumnya. Semua memburuk! Biar kujelaskan apa yang barusan kualami.
Aku pergi bekerja menggantikan jeremy yang tiba2 hilang entah kemana. Aku dan bosku pun mencoba menghubungi polisi,seperti yang kalian semua tahu. Namun baru saja hendak menelepon,entah bagaimana semua tiba-tiba berubah gelap selama sekitar 5 jam. Aku melihat jam yang menunjukkan pukul 9:33. Aku merasa terjebak dalam lompatan waktu jeremy. Aku berusaha keluar dan berharap semua akan kembali normal. Namun ternyata keadaan semakin buruk.
Bosku persis di sampingku saat ini semua berlangsung,bersiap-siap untuk meyakinkan polisi tentang cerita ini ketika aku tiba. Aku menggenggam ponselku yg sedang dalam keadaan mati. Bosku masih disana,tapi ia sama sekali tidak bergerak. Ia berdiri namun seakan…membatu. Aku kembali melihat jam. Betapa shock-nya aku saat melihat jam itupun sama sekali tidak bergerak. Bahkan jam kasir(di layar komputer)pun tidak berubah.
Aku berlari keluar meninggalkan toko. Aku tidak mengunci pintu, tidak menyalakan lampu dan hanya berlalu di jalan menggunakan mobilku. Aku kaget saat melihat orang orang di jalan juga seolah membeku bagai patung lilin,seperti kejadian di toko tadi.
Ditengah perjalanan pulang,waktu kembali berputar. Aku mendengar siaran radio menyala dan mulai mendengar suara orang yg berbicara.
Tapi tidak satupun menyadari hal yang barusan terjadi! Hanya aku yang menyadarinya. Sesampainya dirumah aku ingin istirahat karena perasaan takut dan lelah. Aku akan kembali melaporkan ini ke polisi. Besok pagi aku akan meng-update kejadiannya lagi, jika aku bisa.
UPDATE TERAKHIR (10:33 AM)
Akhirnya semalam aku bisa terlelap. Aku bahkan heran kenapa bisa tertidur. Kurasa tubuhku terlalu lelah.
Pagi ini pun aku dibangunkan oleh telepon dari bos. Ia berkata akan melapor pada polisi pagi ini.
Kami menceritakan segala detil kejadian yang kami alami. Namun kelihatannya para polisi ini lebih tertarik pada kasus pencurian oli daripada kisah kami. Namun bosku berhasil meyakinkan mereka. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk mencari jeremy.
Kami memberikan informasi tentang jeremy yang tertera di surat lamaran kerjanya dan mereka mulai mencari ke alamatnya. Tapi aku yakin,kau tidak akan percaya apa yang akhirnya mereka temukan.
Alamat jeremy yang tertera di surat alamaran hanyalah sebidang tanah kosong. Dulunya disini terdapat sebuah rumah,namu terbakar di tahun 1993. Dan di desa kecil seperti ini, kebakaran tersebut diingat hampir oleh setiap penduduk.
Dulunya terdapat 1 keluarga yang tinggal disana. Mereka terdiri atas 4 orang dan menurut gosip yang beredar, salah satu anaknya mengalami gangguan mental. Aku tidak bisa memastikan hal itu.
Kebenaran yang terkuak lewat penelusuran jaminan asuransi adalah bahwa kebakaran itu merupakan hal yang disengaja. Seluruh rumah telah disiram dengan oli ,bensin dan zat molotov. Seluruh penghuninya tengah tertidur saat kejadian itu berlangsung. Tidak ada satupun yang selamat dan tidak ada yang pernah tahu siapa pelakunya. Namun belakangan diketahui bahwa salah salah satu anak dari keluarga itu selamat dari kebakaran(anak dgn gangguan mental). Namun tidak ada yang tahu dimana kini keberadaan anak itu.
Setelah bosku menceritakannya,aku mendadak gugup. Ia kemudian memintaku kembali ke toko.
“Apa kau gila?!” ucapku ketus,namun ia meyakinkanku dan meminta seorang polisi menemaniku kesana. Bahkan sekelompok orang dari FBI datang ke kota dan mereka ingin berbicara denganku.
Sekitar pukul 7:15,aku ingin tidur. Namun aku menyadari sepertinya tidak ada waktu lagi untuk tidur. Aku pun beranjak ke bawah. Setibanya disana, 4 orang pria berjas menyambutku dan mempersilahkan ku duduk. Kami terlibat perbincangan dan aku mengatakan segala hal kepada mereka hingga akhirnya mereka mendapatkan segala detail informasi yang mereka butuhkan. Setelah selesai, mereka mengingatkanku untuk tidak memberitahukan hal ini pada siapapun. Dan mungkin aku telah melanggar hukun dengan meng-update hal ini. Tapi sebenarnya siapa jeremy ini sehingga kehadirannya begitu dirahasiakan oleh FBI?! 
Kini aku di rumah. Aku punya beberapa pesanan yang harus dikerjakan hari ini lalu kemudian menjemput beberapa rekaman. Aku dan bosku merasa bahwa salah satu pegawai kami yg bernama jeremy(yg memang mengerikan) ini telah mencuri oli dan aku harus mencari petunjuk lewat rekaman cctv kalau-kalau ia memang mencurinya. Sebenarnya ini tugas bosku,namun ia sedang menonton pertandingan softbal putrinya dan memintaku menggantikannya. Ia juga menawariku uang tambahan dan kebetulan aku sedang menabung utk rencana liburan dan aku benar2 butuh uang ini. Seharusnya ini akan berjalan dengan mudah. Oli tersebut lenyap tepat setelah jam tugasnya. Aku pikir aku hanya akan menonton rekaman itu, menangkap basah saat ia melakukan aksinya, dan yeah,seperti itulah.


.......

gimana? keren kan?
wkwkwk, pasti pada bingung kan?
emang gitu cerita nya, tapi kalo ngerti pasti menurut kalian, waaah keren.

ya udah itu aja dulu cerita buat malam ini, sedikit oot sih cuma ya udah, yang penting cerita nya bagus, hehe.
jangan lupa di baca juga ya artikel kami yang lain nya...


untuk melihat cerita lain nya, silahkan cek di sini